Pariwisata

Pengembangan potensi sektor kepariwisataan dan kebudayaan melalui pembangunan peningkatan infrastruktur dan sarana pendukung pada objek wisata potensial terus dilakukan pemerintah daerah, guna mendorong jumlah kunjungan wisatawan dengan tetap mempertahankan keunikan dan ciri khas yang dimiliki Bumi Mekongga sebagai daerah perjuangan sebagai daerah budidaya dan sebagai daerah religius.

Kebijakan strategis pengembangan kepariwisataan  dalam jangka panjang, arah pengembangannya difokuskan kepada objek wisata potensial agar lebih menarik untuk dikunjungi, dilakukan dengan konsep, adanya something to see, adanya something to buy  , adanya something to do sehingga Kabupaten Kolaka dapat menjadi salah satu destinasi wisata di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Potensi objek pariwisata yang terdapat di Bumi Mekongga Kabupaten Kolaka terdiri dari wisata tirta (wisata yang berhubungan langsung dengan air atau yang dilakukan diperairan pantai, dsb); wisata alam (wisata yang memanfaatkan potensi sumberdaya alam); wisata sejarah (wisata mengunjungi tempat yang memiliki unsur peninggalan budaya/sejarah, keindahan alam dan suatu kejadian/peristiwa); wisata budaya (wisata dengan tujuan mengenali hasil kebudayaan setempat); dan wisata seni. Berikut  potensi wisata yang ada di Kabupaten Kolaka sebagaimana pada tabel berikut :

WISATA TIRTA

No Objek Wisata Lokasi Keterangan
1 Danau Koloimba

Desa Wesalo

Kec. Lalolae

 
2 Mata Air Pokeo

Kel. Una Mendaa

Kec. Wundulako

 
3 Pantai Mendaa Unamendaa Kec. Wolo  
4 Pantai Tanjung Ladongi Desa lapao Pao Kec. Wolo  
5 Pantai Poturua Kel. Watubangga

- Jarak 80 km dari Kolaka

- Luas Lokasi 5,6 ha

- ditumbuhi pohon Cemara

- dihuni puluhan ribu koloni kelelawar

6

Pantai Pasir Putih

Tanjung Kayu Angin

Desa Sani Sani

Kec. Samaturu

- Jarak 22 km dari Kolaka

- Keindahan alam pantai sepanjang 800 m

- Dikelilingi pulau-pulau kecil dan terumbu karang

7 Pantai Harapan Kel. Kumoro Kec. Pomalaa - Jarak tempuh 40 menit  dari Kolaka
8 Kawasan Wisata Pulau Lemo Kec. Wundulako

- Memiliki terumbu karang yang indah dan exotic seluas 409 ha

- Sangat cocok untuk diving

 

Pantai Poturua Kecamatan Watubangga

 

Pantai Kayu Angin Kecamatan Samaturu

 

No

Objek Wisata

Lokasi

Keterangan

1

Gunung Kolumba

Kec.Kolaka

 

2

Mata Air Panas

Kel. Ulunggolaka, Kec. Latambaga

 

3

Gua Merana

Kel. Ulunggolaka, Kec. Latambaga

 

4

Permandian Watarema

Desa Sopura, Kec. Pomalaa

 

5

Air Terjun Taliora dan Puncak Wesalo

Desa Wesalo, Kec. Lalolae

 

6

Air Terjun Mendoha

Kec. Lambandia

 

7

Air Terjun Aleimoi Oha

Desa Ulu Mowewe Kec. Mowewe

 

8

Gua Marmer

Desa Parabua, Kec. Uluiwoi

berpasir putih

9

Air Terjun Ueesi

Desa Ulu Konawe, Kec. Uluiwoi

75 km dari Kota Kolaka

10

Permandian Tamborasi

Kec. Wolo

sungai terpendek di dunia (15 x 20 ) meter

11

Goa Watuwulaa

Kel. Sea, Kec. Latambaga

 

 

Permandian Sungai Tamborasi, di Kecamatan Wolo

 

 

No

Objek Wisata

Lokasi

Keterangan

1

Makam Bokeo /Raja-Raja Mekongga

Kel. Sabilambo

Bokeo Latambaga

2

Makam Syekh

Kel.Mangolo Kec.Latambaga

 

3

Pabrik Nikel Tua Peninggalan Belanda

Kel. Kumoro, Kec.Pomalaa

Pabrik Nikel berusia lebih dari 100 tahun

4

Batu Tapak Tulis Waworaha dan Olobu Wiau

Desa  Ulu Mowewe Kec. Mowewe

 

5

Cagar Budaya Nasional Sangia ni Bandera

Kel Silea Kec. Wundulako

 

6

Tugu Perjuangan 19 Nopember dan Museum Mekongga

Kec. Wundulako

 

7

Kompleks Rumah Adat Mekongga

Kel. Silea

 

8

Upacara Adat Mosehe Wonua

Kec. Wundulako

 

9

Tarian Adat Modinggu, Mondotambe, Lulo

Kec. Kolaka, Kec. Latambaga

 

 

Kalo Sara sebagai perwujudan Simbol Pemersatu Suku Tolaki Mekongga

 

Salah satu bentuk Upacara Adat Suku Tolaki Mekongga

 

Kompleks Rumah Adat Tolaki Mekongga

 

 

Aneka Tarian Adat Sakral Suku Tolaki Mekongga  (Lulo, Moara, dan Mondotambe)

 

Diketahui bahwa cukup banyak objek wisata potensial yang dimiliki Kabupaten Kolaka, sehingga perencanaan strategis arah pengembangan dan pembangunan objek wisata dilakukan dengan menggunakan pola pemberdayaan  masyarakat yang berbasis agro ekowisata, dengan tetap mempertahankan ciri khas kedaerahan guna dapat mendorong dalam percepatan peningkatan derajat kehidupan masyarakat yang berada dalam lokasi wisata, terutama dalam pemenuhan kebutuhan aspek sosial, ekonomi dan ekologi.